slide populer

Kamis, 25 Oktober 2012

MENGAPA MEMAHAMI WAHYU DENGAN BENAR BEGITU PENTING





1.   Anda Tidak Tahu Apakah Anda sedang Hidup di Hari-Hari Terakhir

Banyak orang tidak yakin apakah hari-hari ini adalah hari-hari akhir,
tetapi orang juga tidak dapat memastikan bahwa mereka tidak sedang hidup
di hari-hari terakhir. Hampir semua setuju kalau dikatakan tidak ada orang
yang tahu kapan hari-hari terakhir itu, artinya bisa saja kita sedang hidup
di hari-hari yang sedang berakhir.


Alkitab mencatat ketika orang mengatakan semuanya damai dan aman,
tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan (1Tes 5:3). Itu sebabnya pengajaran
yang benar tentang wahyu begitu penting untuk semua orang terutama untuk
orang percaya.

Mungkin ada yang berkata: “tidak ada bedanya, sekalipun mempelajari Alkitab
orang tidak akan tahu kapan itu hari-hari terakhir.” Pendapat itu keliru dan orang
yang berpendapat seperti itu tidak pernah membaca Alkitab dengan benar.

Banyak orang Kristen juga berkata bahwa tidak akan ada seorangpun yang
tahu waktu Tuhan, dan mengajar bahwa Kedatangan Tuhan seperti pencuri
termasuk bagi orang-orang percaya. Padahal Alkitab tidak mengajarkan
demikian. Alkitab mengajarkan, Tuhan akan datang seperti pencuri bagi orang
yang masih dalam kegelapan, tetapi bagi kita “anak-anak Terang”, hari itu tidak
akan tiba seperti pencuri.

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga
hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah
anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau
orang-orang kegelapan.” (1Tes 5:4-5)

2.   Banyak Yang Salah Mengerti (Termasuk karena Ajaran-Ajaran Palsu)

Memang tidak semua ajaran-ajaran yang tersebar di tengah orang-orang
percaya adalah ajaran palsu dalam arti ajaran itu berasal dari nabi-nabi palsu.
Ada beberapa ajaran yang keliru karena memang waktu penyingkapan yang
sempurna belum tiba (1Kor 13:9-10).

Tetapi ada ajaran-ajaran yang memang dikembangkan dan disebarkan oleh
nabi-nabi palsu untuk menjauhkan Jemaat Tuhan dari pengharapan yang benar
tentang Kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja (Yang Diurapi/Kristus)
(Maz 99:1-2, Yes 24:23, Yer 3:17) yang akan memerintah bumi penuh dengan
damai (Yes 2:4).

Ajaran-ajaran yang menyesatkan ini sangat berbahaya pertama dan terutama
karena mencegah orang untuk mempelajari atau menghindarkan orang untuk
tahu lebih jauh. Ajaran-ajaran palsu itu misalnya ajaran A-milenialisme yang
mengatakan Yesus tidak akan memerintah di bumi sebagai raja secara literal,
tetapi Yesus memerintah secara simbolik dan menunjuk wakilnya yaitu Uskup
Gereja Roma (Paus) sebagai “Wakil Anak Allah” (Vicarius Filii Dei). Dengan
demikian orang yang tidak kristis akan berpikir, tidak ada yang perlu kita pelajari
lagi selain tunduk dan taat pada “wakil-Nya” dan itu segala-galanya.

Salah satu ajaran palsu yang dikembangkan dari ajaran Gereja Roma melalui
“branch” Jesuit adalah paham Preterisme. Paham yang dikembangkan oleh
seorang Jesuit Luis De Alcazar dari Seville – Spanyol ini, disebarkan pada era
“Counter Reformation”. Paham ini dikembangkan dalam rangka menghadapi
merebaknya paham Historicisme yang berkembang bersamaan dengan gerakan
kaum Protestan yang memisahkan diri dari Gereja Roma.

Paham Historicisme mengungkapkan sistem kepausan Gereja Roma sebagai
sistem Antikristus, paham ini dipercaya sampai hari ini oleh kalangan Protestan
yang memahami sejarah gelap Gereja Roma. Salah satu pilar utama paham
Historicisme adalah kalangan Gereja Adven Hari Ketujuh (SDA Church).

Paham Preterisme mengajarkan bahwa semua nubuat zaman akhir telah
digenapi pada abad pertama Masehi, dengan dihancurkannya Bait Suci Yahudi
di Tahun 70 M. Kalangan Preterist mengajarkan bahwa Tuhan Yesus sudah
datang kedua kali secara simbolik pada abad pertama. Sebagian dari mereka
malah mengatakan bahwa saat ini kita telah hidup di zaman langit baru dan
bumi baru. Walaupun paham ini menggelikan dan tidak perlu diperdebatkan,
namun bagi mereka yang tidak memahami Firman dapat terjebak untuk
mengabaikan perintah untuk berjaga-jaga dan siap menghadapi hari Tuhan
yang akan menimpa seluruh penduduk bumi (Luk 21:34-36). Sebab mereka
selalu berkata bahwa semua itu sudah terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan
lagi. Sebagai bumbu, mereka mengalihkan perhatian orang percaya dari
perintah berjaga-jaga dengan mengatakan, sebaiknya perhatian ditujukan
untuk penginjilan dan hal-hal lain yang lebih bermanfaat, tetapi itu semua
hanya usaha untuk membuat orang percaya tidak waspada.

3.   Akhir Zaman itu Seperti Jerat (Luk 21:34)

Alasan lain mengapa pengetahuan yang benar mengenai Akhir Zaman
demikian penting adalah karena Akhir Zaman akan merupakan jerat bagi
mereka yang tidak memahaminya. Pada akhir zaman ada banyak penyesatan
dan malapetaka yang dapat menimpa mereka yang tidak waspada dan
berjaga-jaga. Dengan demikian sangatlah penting untuk mempelajari apa
yang coba diungkapkan Alkitab melalui nubuat para nabi.

Wahyu mengenai akhir zaman diberikan untuk menuntun orang percaya
agar dapat luput dari segala macam jerat dan malapetaka yang akan
menimpa mereka yang menolak pengenalan akan Allah.

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan
kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan
jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia
akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil
berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan
terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
(Luk 21:34-36)

Ayat di atas mengatakan hari Tuhan akan menimpa semua penduduk bumi,
tidak peduli apa agamanya atau status sosialnya, semuanya suka atau
tidak suka, percaya atau tidak percaya akan menghadapi kenyataan ini.
Bagi kita yang mengerti dan mentaati pesan Firman Tuhan kita akan
berbahagia (Wah 1:3), namun bagi mereka yang menolak untuk memahaminya
atau mentertawakannya akan menghadapi kenyataan pahit, hari itu akan
menimpa mereka seperti sebuah jebakan yang tidak mereka sangka-sangka.

Kitab Yesaya juga menyebutkan setiap penduduk bumi - yang tidak turut
diselamatkan pada peristiwa “Pengangkatan” oleh Tuhan Yesus - mereka
akan masuk pelubang dan jerat, mereka akan lari dari hal-hal yang
mengejutkan dan akan jatuh pada pelubang, dan yang naik meloloskan diri
akan jatuh ke dalam jerat.

“Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat!
Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang,
dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab
tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar
bumi.” (Yes 24:17-18)

Pada waktu itu manusia tidak dapat lagi berdebat atau menyanggah
kebenaran Alkitab Firman Tuhan, tetapi semua kebenaran yang dinyatakan
Alkitab - Firman Allah yang hidup - akan mengejutkan mereka yang tidak
percaya. Mereka akan menyesali karena mengabaikan Firman Allah dan
memilih mempercayai ajaran-ajaran dusta. Semua bangsa di bumi dikatakan
akan meratap ketika mereka menyaksikan Yesus Kristus menampakkan diri
di langit dalam kuasa dan kemuliaan yang besar (Mat 24:30), sebab tidak
ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kebodohan mereka.

Tetapi setiap orang yang mengerti pesan Tuhan dan berpegang teguh
kepada perintah-perintah-Nya yang tertulis dalam Alkitab, akan menjadi
orang-orang yang waspada dan tidak akan masuk kepada berbagai jerat
itu. Itulah sebabnya penting sekali mengetahui pengajaran yang benar
dan pesan Firman Allah mengenai zaman akhir.

PRIORITAS UNTUK DIPAHAMI

1.   Siapa Antikristus (WHO) dan Apa Modusnya (WHAT) ?

Berabad-abad terjadi banyak silang pendapat mengenai siapa Antikristus
yang dimaksud Alkitab. Tetapi sebenarnya dengan mempelajari Alkitab
secara teliti, dan melihat berbagai penggenapannya pada zaman ini, kita
dapat mengenali siapa sebenarnya yang dimaksud si "binatang" itu.

Selain itu Gereja Tuhan akan menghadapi krisis di masa Tribulasi, oleh
sebab itu kita patut mempelajari apa yang akan terjadi di masa Tribulasi
itu. Sumber krisis pada masa Tribulasi adalah Antikristus, maka dengan
mengetahui modus operandi Antikristus yang disingkapkan Alkitab, kita
dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa itu, sehingga orang
percaya dapat waspada dan berjaga-jaga, bahkan dapat mengantisipasi
sesuai petunjuk dan wahyu dari Firman Allah.  

2.   Kapan Semua akan Terjadi (WHEN) ? Apa Saja Tanda-Tandanya (SIGN)?

Salah satu kekeliruan terbesar dari orang percaya selama berabad-abad
adalah mempercayai bahwa waktu Tuhan akan tetap menjadi rahasia,
hanya Bapa yang tahu.

Padahal Firman Allah dengan tegas berkata bahwa dalam konteks rahasia
Firman-Nya, orang membawa pelita bukan untuk disembunyikan di bawah
tempat tidur, melainkan untuk ditaruh di atas kaki dian. Tidak ada sesuatu
yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, tidak satu halpun yang
akan terus tinggal sebagai rahasia, semuanya akan disingkapkan pada
waktunya. 

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan,
dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.”
(Mar 4:22)

Kalau kita mempelajari Alkitab dengan benar, maka kita akan mengetahui
bahwa Alkitab berusaha memberitahukan kepada kita rahasia waktu Tuhan,
bukan hanya tanda-tandanya. Karena memang Allah selalu ingin memberitahu
rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya (Amos 3:7), supaya kita dapat
berjaga-jaga dan siap sedia pada waktunya.

3.   Bagaimana Menghadapi (HOW)?

Kitab Wahyu dan kitab-kitab para nabi banyak memberitahukan rahasia apa
yang akan terjadi di masa depan, alasannya karena ada hal yang perlu kita
lakukan untuk menghadapinya.

Seperti pada zaman Nuh, Tuhan memberitahukan segala sesuatu yang perlu
disiapkan Nuh menghadapi krisis banjir besar yang akan melanda bumi pada
zamannya. Demikian pula pada masa Yusuf berada di Mesir dan menghadapi
krisis bala kelaparan 7 Tahun, Yusuf diberi hikmat untuk mengerti wahyu dari
mimpi Firuan dan Yusuf dapat mempersiapkan segala antisipasi menghadapi
bencana itu dengan baik, dan seluruh keluarganya bersama banyak bangsa
dapat terluput dari bencana kelaparan yang menimpa seluruh Timur Tengah
pada masa itu.

Demikian pula kita pada zaman akhir, kita wajib menangkap wahyu Tuhan
untuk dapat mempersiapkan segala sesuatu menghadapi krisis di zaman ini.
Bila ada pendeta yang berkata kita tidak perlu melakukan apapun menghadapi
akhir zaman, dan berdalih yang penting berserah kepada Tuhan, orang ini tidak
mengerti Wahyu Tuhan, dan bila ia tidak lekas bertobat ia akan menjadi hamba
yang kena pukul pada waktu Tuannya nanti datang (Luk 12:47), sebab domba-
domba yang dipercayakan kepadanya akan tercerai-berai ketika krisis itu
menimpa mereka (Wah 13:17).    

Itulah hal-hal yang prioritas harus dipahami mengenai akhir zaman. Dalam
hal ini pengetahuan ini bukan hanya akan membuka wawasan kita tentang
sesuatu yang akan terjadi di masa depan yang masih jauh. Jangan terkejut
kalau tidak lama lagi, Saudara akan melihat semua yang Alkitab nubuatkan
terjadi. Maka semua ini menjadi lebih penting lagi buat kita, yang hidup pada
zaman yang dituju nubuat-nubuat itu. Berjaga-jagalah, sebab inilah waktu-
waktu yang terakhir itu.
sumber: http://houseofrevelation.com/?p=483

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Read more: http://myhafiezers.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-widget-sharing-melayang.html#ixzz2AK1dYFWO